Sosiologi Lembaga Pendidikan Madrasah Tsanawiyah Negeri: Analisis tentang Peran Sekolah sebagai Ruang Publik dalam Membentuk Warga Negara yang Demokratis dan Religius
Keywords:
Madrasah Tsanawiyah, Ruang Publik Pemilos, Warga Negara Religius DemokratisAbstract
Penelitian ini mengkaji secara sosiologis peran Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTs N) sebagai ruang publik dalam membentuk warga negara yang demokratis dan religius. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di MTs Negeri 1 Banyumas pada periode 2025-2026, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana sekolah melalui kegiatan partisipatif seperti pemilihan ketua OSIS (Pemilos), musyawarah kelas, kegiatan ekstrakurikuler yang berfungsi sebagai ruang publik di mana siswa belajar mempraktikkan nilai-nilai demokrasi secara langsung sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai keislaman. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal utama. Pertama, pemilihan ketua OSIS (Pemilos) di MTs Negeri menjadi laboratorium demokrasi yang paling efektif, di mana siswa terlibat langsung dalam seluruh proses demokrasi, mulai dari kampanye, debat publik, pemungutan suara yang rahasia dan jujur yang mengajarkan nilai-nilai partisipasi aktif, sportivitas, dan tanggung jawab sebagai warga negara yang baik. Kedua, nilai-nilai demokrasi diintegrasikan tidak hanya melalui pembelajaran PPKn secara formal di kelas, tetapi juga melalui berbagai momen institusional seperti musyawarah kelas, pembentukan tata tertib sekolah secara partisipatif, kegiatan Pramuka, yang mengangkat tema suara demokrasi dan kebinekaan global. Ketiga, sekolah sebagai ruang publik terbukti mampu menjembatani dikotomi antara nilai-nilai keislaman (ukhuwah Islamiyah, ta'dzim, adab dalam berpendapat) dengan nilai-nilai demokrasi universal (kebebasan berpendapat yang bertanggung jawab, kesetaraan, penghormatan terhadap perbedaan), menghasilkan sintesis unik yang disebut warga negara religius-demokratis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mts Negeri dapat menjadi model pendidikan kewarganegaraan yang integratif jika mampu mengembangkan ruang publik yang inklusif dan partisipatif yang menghormati identitas keagamaan sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kehidupan demokrasi.





